[FF] My White Angel

Author :  Midostar92
Cast : Cho Kyuhyun , Ahn SunHee (OC)
Length : One Shot
Genre :  Romance , Sad
Rating : PG 17
BGM : Cho Kyuhyun – Just Once-

Ini FF murni milik saya , Kyuhyun milik kita … but OC is belong to me . ^^

Maaf kalo kurang menyentuh , atau malah nggak menyentuh hati para readers sekalian, karna FF ini muncul disaat otak lagi kacau ,…jeongmal mianhe yeorobun ~

Happy reading ~

Nyonya , putri anda menderita kanker otak, dan kami memperkirakan bahwa umurnya tak akan bisa bertahan lama. . jaesonghamnida “

…….

Aku menyipitkan mataku ketika kurasakan hangat matahari di awal musim gugur menyapa wajahku.

Aku memimpikannya lagi , bukan mimpi ..lebih tepatnya kejadian nyata yang terekam jelas di ingatanku sejak sebulan yang lalu. Ya , percakapan eomma dengan seorang dokter di rumah sakit keluargaku.

Namaku Ahn Sunhee , aku adalah putri seorang pengusaha terkenal bernama Ahn  Jong Hyun.  Dan eomma ku adalah seorang  pemilik dari sebuah butik ternama di Seoul.

Aku punya seorang kakak laki-laki yang usianya terpaut 3 tahun lebih tua dariku.  Dia bernama Ahn Yoo Jin. Kakak ku adalah satu-satunya namja yang bisa membuat aku tersenyum.

Kehidupan manisku berubah seketika sejak dokter itu memvonisku menderita penyakit kanker otak stadium 2. Dan well , umurku tidak akan lama lagi. Aku tahu itu..

Penyakit ini sulit disembuhkan , walaupun berbagai macam terapi ku jalani, dan segala macam bentuk obat  sudah ku telan.

Tapi mereka sama sekali tidak menolong. Lebih tepatnya hanya mengurangi rasa sakit yang muncul secara tiba-tiba.

Jujur aku sangat tersiksa , dan berulang kali mengumpat pada diri sendiri.

Aku juga sama sekali tidak menyukai ucapan dokter itu.

Dia bukan Tuhan kan ? Bukan kah dia juga manusia sama sepertiku ? Bukannya tidak sopan kalau meramal usia seseorang padahal dia bukanlah seorang pencipta?

Aku bukanlah satu-satunya orang yang mencerca diri sendiri. Appa ku , dia adalah orang lain yang tak henti-hentinya  mengutuk diri nya sendiri. Dia berkata bahwa dia sudah gagal menjadi ayah. Padahal ini sama sekali bukan salahnya.

Terlebih eomma , berkali-kali aku menemukanya sedang menangis . Entah itu di di dapur atau dikamarnya.

Dan berkali-kali pula ku tegarkan dia sambil berkata “Gwenchana eomma, eomma jangan menangis.. . aku masih sehat eomma.. jangan berlebihan”

Kata-kata itulah yang kulontarkan kepadanya tatkala kutemukan eomma sedang terisak menyendiri, seketika itupula lah tangan lembut eomma menyapa tubuhku dan mendekapku dalam pelukannya.. sambil terisak dia terus berkata “ Mianhaeyo Sun Hee ya… jeongmal mianhae”

“Sun Hee ya~ , sudah bangun ?”

Kudengar suara merdu eomma yang sudah masuk di kamarku , menyuruh ku untuk segera keluar dan sarapan bersamanya .

“Nee eomma,  aku mau mandi dulu.”

“Chakkaman Sunhee ah…  eomma ingin mengatakan sesuatu padamu.” Ucap eomma seraya duduk di sampingku , dan membelai kecil rambutku yang masih acak-acakan.

“  Ada apa eomma ?” tanyaku sambil mengeryitkan kedua alisku tanda aku penasaran dengan apa yang akan dibicarakannya kepadaku.

“  Kau akan dijodohkan , SunHee ah” ucap eomma  lirih .. tatapannya kosong menatap ku yang hanya terdiam karena kaget.

Aku tak mampu berkata kata, hanya satu kalimat yang kulontarkan sesaat setelah perkataan eomma barusan.

“ Apa? Aku akan dijodohkan dengan siapa eomma?” tanyaku datar..

Tidak, bukan datar. Aku hanya pura-pura bersikap datar  tapi jauh di dalam lubuk hatiku, aku sangat penasaran.

Apa benar ada pria yang mau denganku ?  Apa Appa tidak menceritakan keadanku yang sudah sangat kritis ini kepada namja itu ?

Mustahil kalau memang ada lelaki normal yang mau denganku setelah appa menceritakan semua tentangku padanya hingga dia mau menerima perjodohan ini.

 

“Dia putra dari kolega appa mu, dan juga pernah jadi teman satu kampus kakakmu. Namanya Cho Kyuhyun. Dia seumuran kakakmu, jadi hanya terpaut 3 tahun dengan mu.” Ucap eomma ku seraya membantuku merapikan bed cover di ranjang tempatku berbaring.

 

Cho Kyuhyun……

Aku merasa tidak asing dengan nama itu. Kurasa dia juga anak seorang yang terkenal.

 

Otakku berusaha mencerna semua kalimat yang eomma lontarkan barusan. Hingga perlahan rasa sakit itu muncul dan menyergapku..

“Ini masih bisa kutahan” pekikku dalam hati dan beranjak berdiri dari tempat tidurku..

Kutatap wajah eomma lekat.

 

“Baiklah eomma , aku mau … memangnya kapan aku akan bertemu dengan namja itu?”

 

“Jeongmal ? apa tidak apa-apa Sunhee ah ?”

Ucap eomma  dengan mata berbinar tanda beliau sangat bahagia mendengar perkataanku barusan.

“Gwenchana eomma, bukankah bagus kalau ada namja yang mau menerimaku sebagai istri dengan keadaan yang seperti ini? Aku kan juga tidak cantik eomma .”

 

“Kau cantik Sunhee ah, kau putri eomma yang paling cantik. Dan seseorang yang cantik pantas mendapatkan yang terbaik.”

Eomma tersenyum dan mencium lembut keningku… kemudian keluar dengan mata berkaca-kaca yang berusaha disembunyikannya dariku walaupun sudah jelas terlihat bahwa dia sedang menangis.

 

Keingininanku memang untuk  menikah sebelum aku mati. Menikah dengan namja yang kucintai dan menjalin bahtera rumah tangga yang normal seperti pasangan suami istri yang lain.

 

Sering kakakku mempergoki ku mengenakan dress putih dan bunga-bunga liar yang kususun sedemikian cantik hingga menyerupai buket bunga di hari pernikahan..

Itu waktu aku kecil,, yah …. Sudah 10 tahun yang lalu hal itu kulakukan.

Ketika aku mengingatnya , aku merasa bodoh..

Dan sekarang aku dikejutkan dengan perkataan eomma yang mengatakan bahwa sebentar lagi aku akan dijodohkan dengan namja yang bahkan aku belum mengenalnya.

Sedikit meleset dari keinginanku memang , tapi tak apalah … toh pada ujungnya juga aku akan menikah sebelum aku benar-benar mati.

 

———–

 

 

 

 

 

Dua hari sejak  terlontarnya kalimat perjodohan dari bibir eomma , hari ini aku akan dipertemukan dengan calon suami ‘tak dikenal’ ku.

Namja bernama Cho Kyuhyun  yang aku tak tahu otaknya terbuat dari apa  , hingga dengan santainya mau menerimaku menjadi istrinya yang bahkan dia tahu bahwa umurku tak akan lama lagi.

 

Mobil sedan berwarna silver milik keluarga ku tiba dengan selamat di depan rumah mewah di  daerah MyeongDong. Kedatanganku dan eomma appa ku disambut hangat oleh sang pemilik rumah.

Dia teman ayah, kudengar namanya adalah Cho Joo Hyun, ayah dari calon suamiku, Cho Kyuhyun.

 

“Annyeong haseyo , Yoo Jin-ssi…  Kami sudah menunggu kedatangan anda.”

Ucap pria bertubuh atletis itu sopan dan disambut sapaan yang akrab pula dari appa ku.

 

Kami dipersilakan duduk di ruang tamu keluarga Cho. Rumah ini besar dengan sedikit penghuni.

Hanya ada 3 orang yang menempati rumah semewah ini. Kenapa aku bisa tahu ?

Jawabannya adalah karena appa yang menceritakannya pdaku. Sebagai perkenalan sebelum ke jenjang berikutnya, katanya.

 

“Ini putra ku. Cho Kyuhyun..” ucapya seraya menunjuk sesosok namja yang ternyata berparas tampan  lengkap dengan setelan jas berwarna hitam dan kemeja putihnya yang rapi dan elegan.

Rambutnya berwarna coklat tua tersisir acak , tapi cukup untuk membuat  decak kagum para yeoja yang melihatnya, termasuk aku.

“Dia pasti abnormal”, pikirku dalam hati.

Dengan tampang yang seperti itu dan keadaan keluarga yang seperti ini rasanya sangat mustahil kalu dia mau menerimaku yang penyakitan ini sebagai istrinya. Terlebih lagi aku tidak cantik. Jadi rasanya seperti berada dalam dunia dongeng saja..

The handsome and the beast… judul yang tepat.

 

“Annyeong Hassimnika, Joneun Cho Kyuhyun imnida”

Pria itu membungkuk 90 derajat dihadapanku dan kedua orang tuaku. Dia sopan sekali, sungguh sangat sempurna jika dibanding denganku yang yah… kau tau sendiri kan ..

 

Aku jadi merasa kasihan padanya jika tahu bahwa orang se’sempurna’ dia yang akan menjadi suamiku kelak..

 

“Bangapseumnida Kyuhyun-ssi, perkenalkan,, namaku Ahn Jong Hyun , ini istriku,, dan yang di sebelahnya adalah putriku., Ahn Sun Hee.”

 

“Ah… annyeong haseyo Kyuhyun-ssi..” ucapku seraya membungkuk dan sedikit ragu.

Sempat kutatap sebentar namja itu, melihat sisi lain dari matanya..  Namun pandanganku seketika kualihkan tatkala matanya menangkap mataku, dan muncul seulas senyum hangat dari bibirnya..

Mungkin pipiku sudah merah sekarang. Dengan bodohnya aku tertangkap basah saat sedang mengamatinya,..

“Pabo ya Sunhee ah~” ucapku merutuki diri sendiri..

 

“Kyuhyun ah~, ajak calon istrimu jalan-jalan sambil ngobrol di taman , sepertinya cuaca lumayan bersahabat malam ini.”

Ucap appa Kyuhyun pada anak semata wayangnya, yang langsung di’iya’ kan tanpa banyak basa basi.

Dia memang anak penurut, namja sopan yang sempurna…

 

Kulangkahkan kakiku mengikutinya , hingga kita berhenti di sebuah taman di belakang rumah mewah mereka.

Angin musim gugur yang lumayan dingin menyeruak dan menembus Cardigan tipisku, sial … aku kedinginan.

Dan dengan cekatan namja disampingku melepas Jas hitamnya , kemudian menuntunku untuk memakainya.

Nilai plus lagi ! Dia sangat menghargai wanita…

Kami duduk berdua di kursi kayu yang letaknya tepat berada di samping kolam ikan.. ditemani cahaya lampu taman dan semilir angin malam , kuberanikan diri dengan memulai percakapan yang cukup serius dengannya…

 

“Anoo… Kyuhyun-ssi, bolehkah aku tahu alasanmu menerima perjodohan ini ? Bukanya kau sudah tahu tentang keadaanku?”

Kulontarkan begitu saja kalimat pertanyaan ini dari bibirku, mencoba menelusuri  jalan pikirannya… dan dengan sedikit nyali , kuberanikan diri untuk menatap matanya..

 

“Ah, soal itu …. Itu karena ayahku sangat berhutang budi pada ayahmu, ayahmu lah yang membangkitkan perusahaan keluarga kami yang hampir collapse 4 tahun lalu… hingga pada akhirnya ayahku meminta agar aku dijodohkan dengan mu sebagai timbal balik……. Mianhe SunHee-Ssi , aku tak bisa menolaknya… aku Cuma tak ingin dicap menjadi anak durhaka hanya karna melawan perkataan ayahku… Jeongmal Mianhe.”

 

 

BINGO !!

Ternyata dugaanku tepat. Pernikahan atas dasar HUTANG BUDI.  Seharusnya aku sudah tau dari awal, tapi ternyata namja ini malah melarang ku untuk menolak perjodohan sepihak ini… Sesaat setelah dia mengatakan alasannya , Kyuhyun berkata bahwa ia tak ingin  membuat appa nya kecewa… dan dia memintaku untuk menuruti kemauannya…

Padahal aku tahu, sama sekali tak ada rasa cinta diantara kita

 

 

——————

 

 

Sebulan setelah pertemuan kami , kami resmi menikah.

Benar-benar waktu yang sangat singkat seolah semua orang membayangkan bahwa besok atau lusa aku sudah tinggal nama.

 

Pernikahan kami terasa datar, kami tinggal dirumah keluarga Kyuhyun..

Sesekali aku pulang ke rumahku untuk menjenguk eomma dan berbagi cerita dengannya..

Berkali kali eomma bertanya tentang kebahagianku , dan tentu saja dengan lantang kujawab bahwa aku bahagia …. Sangat bahagia.

Karena dengan aku menjawab demikian , aku yakin rasa khawatir dalam diri eomma akan hilang.. dia tahu bahwa Kyuhyun menantu yang baik, yang akan selalu ada untuk menjagaku.

 

Memang benar , dia selalu ada untuk menjagaku. Tapi apa yang sudah kulakukan untuknya ? Aku mungkin tak akan pernah bisa membuatnya bahagia .

 

 

“SunHee ah,  kesini sebentar.”

Aku menoleh , suara baritone khas yang sudah kukenal memanggilku dari arah kamarnya.

 

“Nee, chakkamanyo..”

 

Aku mengambil posisi duduk tepat di sampingnya, menunggu apa yang akan dia katakan.

 

“Apa kau tersiksa dengan pernikahan kita SunHee ah?”

 

DEG

Dia bertanya dengan raut muka yang tak biasanya.. mata hazelnya kini menyimpan banyak keraguan… dan tanpa sadar tangan kananku mengelus lembut pipinya…

 

“Aniyo oppa , na gwenchana…  aku senang bisa menjadi istrimu… Mian , kalau selama ini aku banyak menyusahkanmu oppa..”

Kutatap matanya lekat , berusaha meyakinkan namja di depanku dengan tatapanku…  dan kusunggingkan seulas senyum agar kekhawatiran dalam hatinya juga ikut menghilang..

 

“Gomawo Sunhee ah ~”

Ucapnya sambil mengacak-acak tatanan rambutku, dan mengecup keningku sekilas.

Mwo ??!!

Wajahku memanas, dan pasti pipiku sudah seperti tomat rebus sekarang…. Aku tidak berlebihan.

Baru kali ini dia, dia yang bernama Kyuhyun ini menciumku dalam keadaan normal dan tanpa paksaan..

Maksudku , kami tidak pernah berciuman lagi pasca pemberkatan di gereja sebulan yang lalu..

Dan sekarang dia yang dalam keadaan sadar mencium keningku begitu saja.. Jujur , rasanya sangat menyenangkan mengetahui dia juga “sedikit” menganggapku sebagai istrinya.

 

“Aah, op…oppa… k..kau pasti lelah… cepat mandi dan istirahat, air panasnya sudah kusiapkan..”

Ucapku terbata-bata dan langsung menghambur keluar dari kamarnya..

Entah apa yang terjadi padaku hingga aku merasa sangat aneh pada diriku sendiri, aku seperti anak kecil yang  baru dapat permen. Melompat kegirangan tanpa alasan..

 

 

Kudongakkan kepalaku dan menengadah mengamati langit-langit dikamarku.

Iya, kamarku… bukan kamar kita berdua.

Meskipun aku sudah resmi menjadi istrinya dan dia sudah sah menjadi suamiku baik di mata Tuhan maupun Negara, kami masih tidur sendiri-sendiri . Tentu saja hal ini kulakukan saat ayah Kyuhyun sedang tidak ada dirumah. Dan meskipun kita sering tidur sekamar , Kyuhyun akan lebih memilih untuk tidur di sofa dengan alasan dia tidak ingin membuatku merasa tak nyaman.

 

TOK TOK TOK ..

“Sunhee ah , boleh aku masuk?”

Kyuhyun mengetuk pintu kamarku dan membukanya perlahan sebelum aku berhasil menjawab pertanyaannya.

 

“Nee, masuklah oppa..“  ucapku menimpali.

 

Dia masuk dengan hanya mengenakan piyama berwarna pastel , masih dengan rambut setengah keringnya yang menurutku hal itu justru menjadikannya semakin sexy di depan mataku.

“Aigoo… aku ini kenapa sih.” Aku berperang melawan batinku.

 

“Ada apa oppa? Apa kau ada perlu denganku?” ucapku seraya memalingkan pandanganku mencari-cari kesibukan agar aku tak terlalu terhanyut oleh pesonanya yang memabukkan.

 

“Ani, aku hanya ingin disini… berada dekat denganmu… “

Hening …. Tak ada suara lagi setelah peryantaannya barusan.

Yang terdengar hanyalah suara detak jantungku yang tak beraturan dan bunyi jarum jam yang seakan menjadi sangat nyaring sekarang.

 

“sebenarnya aku mulai menyukaimu SunHee-ah, entah sejak kapan … perlahan namun pasti , aku mulai terbiasa denganmu..”

“Kau istri yang baik , penurut, dan sesekali membuatku tersenyum karna tingkah lugumu..”

 

Jantungku berdetak kencang tak sesuai irama, nafasku tercekat mendengar apa yang baru saja dikatakannya. Benarkah namja dihadapanku ini menyukaiku? Atau aku hanya bermimpi?

 

“na…. naddo saranghe oppa,  aku …. Aku hanyalah seorang  istri tak berguna yang hanya akan menyusahkanmu nantinya… maaf..”

 

Aku terbata-bata, tak terasa bulir airmata jatuh membasahi pipi kanan dan kiriku..

Disekanya airmataku dengan jari telunjuknya… dan membenamkan kepalaku dalam dada bidangnya.. lirih, tapi jelas kudengar dia mngucapkan kata “saranghe” tepat sebelum dia mengecup ujung kepalaku.

Kudongakkan kepalaku, menatapnya intens, mencari sebuah kebohongan dimatanya.

Tapi yang kutemukan hanyalah sepasang bola mata berwarna hitam yang indah tanpa sedikitpun ada kebohongan dan kepalsuan disana.. Kembali aku menunduk, sebelum kemudian bibirnya menyapa bibirku lembut.. ini ciuman kedua kita , yang dilakukan dalam keadaan “tidak terpaksa”.

Tanpa sadar aku membalas setiap  gerakan bibirnya… dan terbuai dalam setiap perlakuannya.. hingga pada akhirnya kami melakukan ‘hal’ yang biasanya dilakukan oleh sepasang suami istri…  you know what I mean..

 

 

 

—————————

 

 

Kyuhyun’s POV

 

 

Semakin hari aku semakin mencintai istriku , walaupun aku tahu bahwa umurnya tak akan lama lagi. Dan wajahnya sudah semakin pucat karna menahan rasa sakit, terlebih lagi sekarang dia harus sedikit tersiksa dengan kehadiran seorang bayi di rahimnya..

Sungguh, jika aku mampu.. aku yang akan menopang semua penderitaan yang ada padanya..

Namun dia hanya tersenyum dan berkata, “fighting!” setiap kali aku menatapnya cemas.

 

1 minggu lagi bayi kami akan lahir. Bayi yang menurut hasil USG berjenis kelamin perempuan. Dokter memperkirakan bahwa putri kami akan lahir di tanggal 10,dan itu membuatku merasa semakin berdebar.

Di satu sisi aku senang karna akan memiliki seorang buah hati, namun disisi lain aku belum siap untuk kehilangan Sunhee, orang yang sangat kucintai.

Dokter pernah memberi penawaran untuk kita. Yaitu mengorbankan janin yang ada di perut SunHee dan menyelamatkan nyawanya. Atau membiarkan SunHee hamil sementara nyawanya yang menjadi taruhan.

Sudah pasti aku memilih opsi pertama, tapi justru opsi itulah yang ditolak mentah-mentah oleh istriku.

Dia tidak mau mengorbankan bayi yang tak berdosa hanya demi dirinya, karna dia selalu beranggapan bahwa umurnya memang tak akan lama lagi…

 

Sunhee menepuk pundakku lembut… manyenderkan kepalanya di bahuku, bersenandung kecil … dan menatapku dengan tatapan sendu.

 

“oppa, sebentar lagi malaikat kecil kita akan lahir…aku sudah tidak sabar membayangkan akan secantik apakah dia.”ucapnya sambil tersenyum dan mengelus perut buncitnya.

 

“Dia pasti mirip denganmu chagiya, berkulit halus, dan berhati baik sepertimu.”

Ucapku sambil mencium puncak kepalanya.

 

“Aku punya permohonan oppa.., aku mau kalau anak kita lahir kelak, kau memberinya nama ‘Cheonsa’. Cho Cheonsa, bagus bukan? Kuharap dia akan menjadi anak yang manis dan pintar … mirip seperti appanya.”

Aku terkesiap, dadaku terasa sesak…

Air mataku hampir tumpah tatkala kulihat Sunhee juga menangis disampingku, menggenggam erat tanganku, menciumi pundakku… demi Tuhan dan demi apapun di dunia ini, aku sudah tidak sanggup.

Kalau saja  Tuhan mengizinkan, aku lebih memilih agar Dia yang mengambilku lebih dulu, bukan istriku….

“Mianhe yo, Sunhee ah… jeongmal..”

 

———————————————————–

Author’s POV

 

“Appa~~~~ kita mau kemana?”

Sesosok gadis kecil berusia 3 tahun berlari menghampiri ayahnya yang berada di depannya. Gadis itu sangat cantik, lucu, dan menggemaskan..

 

“Kita akan menjenguk Eomma, Cheonsa sayang…” laki-laki yang dipanggilnya appa itu kemudian berjongkok, menyetarakan tingginya dengan tinggi gadis kecil itu.

 

“Cheonsa punya Eomma? Dimana dia, appa? Kenapa eomma tidak pernah menjenguk Cheonsa? Apakah eomma Cheonsa cantik?”

Pertanyaan demi pertanyaan mengalir begitu saja dari bibir mungil anak perempuan itu. Menginterogasi ayahnya berusaha untuk menemukan jawaban atas semua rasa penasaranya.

 

“Tentu saja Cheonsa punya Eomma. Ibumu itu cantiiiikkk sekali….. Cheonsa ingin lihat eomma?”

 

“Nee, appa…”

Gadis itu menurut. Mengikuti langkah appanya dan menuju mobil sedan berwarna hitam.

Disana sudah ada appa Kyuhyun, dan tentu saja Eomma dan Appa SunHee serta kakak laki-lakinya di mobil terpisah.

Mereka menuju ke sebuah tempat penghormatan bagi anggota keluarga yang sudah meninggal.

Langkah mereka terhenti pada sebuah frame dengan foto seorang gadis , yang dibawahnya terdapat tanda semacam papan nama kecil bertuliskan ‘CHO SUNHEE’.

 

Mereka terdiam , menundukkan kepala dan sesekali membungkukkan badan mereka…

Kyuhyun meletakkan 1 pot kecil bunga edelweiss di samping foto Sunhee. Dia meyakini bahwa Sunhee adalah bunga Edelweiss nya, yang walaupun sudah dicabut dari akarnya, dia akan tetap ada dan abadi.

 

“Cheonsa ya~, ini eomma… cantik kan?”

Gadis kecil itu pun terdiam saat ayahnya melontarkan sebuah pertanyaan. Dia masih belum mengerti.

“Sekarang Eomma dimana, appa? Kenapa appa hanya menunjukkan foto eomma?”

Kyuhyun mengelus kepala putri semata wayangnya, seulas senyum tersungging jelas di bibir tipisnya.

“Cheonsa ya~, Eomma sekarang  sudah ada bersama Tuhan.”

Kyuhyun menunjuk-nunjuk langit dan diikuti oleh gerak kepala Cheonsa.

“Kenapa Eomma ada bersama Tuhan? Kenapa tidak bersama kita?”ucap gadis kecil itu lagi, polos…

“Karena eomma Cheonsa orang yang baik, jadi Tuhan sayang dengan eomma Cheonsa.”

Laki-laki bernama Kyuhyun itupun berusaha memberi jawaban pada putri kesayangannya. Dan Cheonsa hanya  bisa tersenyum kecil, kemudianmengepalkan tangannya mengikuti cara orang dewasa yang sedang berdoa.

 

“Tuhan, tolong jaga eomma Cheonsa… Eomma Cheonsa orang yang baik Tuhan, jangan buat Eomma Cheonsa sedih ya Tuhan…”

 

Kyuhyun tak sanggup melihat pemandangan di depannya, airmata dengan sendirinya berjatuhan dari pelipis matanya, dipeluknya putri tercinta nya… dan ikut bersimpuh disampingya….

 

 

 

 

 

“Kyuhyun ah~ kemari sebentar. Aku punya sesuatu.”

Ucap pria bernama Ahn Yoo Jin sesaat setelah keluar  dari tempat penghomatan.

“ Ada apa Hyung?” jawab Kyuhyun sembari melihat sesuatu yang ada di tangan kanan Yoo Jin.

“SunHee menitipkannya padaku 3 tahun lalu, seminggu sebelum persalinannya. Dia bilang aku harus menyerahkannya padamu jika anak kalian sudah berusia 3 tahun”

 

“Ah, kamsahamnida Hyung..” ucap Kyuhyun yang dibalas dengan lambaian tangan Yoo Jin.

Namja ini menyuruh putrinya agar pulang bersama Harabojinya, sepertinya dia ingin ditingal sendiri dan mengenang saat-saat bersama SunHee..

Langkahnya terhenti disebuah bangku kosong , ia pun duduk disana… menghirup udara segar musim semi yang mulai menghangat.. dan tersadar akan sesuatu ditangannya.

Sepucuk surat beramplop putih bersih bertuliskan “Untuk Suamiku… Cho Kyuhyun”

Perlahan dibukanya amplop itu , melihat isi didalamnya..

Terdapat secarik kertas berwarna merah muda yang ditulis dengan pena berwarna hitam, rapi dan indah..

Satu persatu dia membacanya.

“Dear suamiku tercinta, Annyeong..”

Kalau kau membaca surat ini, berarti sudah 3 tahun berlalu sejak kepergianku bukan? Bagaimana kabarmu? Aku yakin kau pasti baik-baik saja kan, chagiya?

Aku disini akan tetap mengawasimu disamping Tuhan. Kau tau kan kalau aku orang yang baik? Tuhan sangat menyayangiku, jadi kau tidak perlu khawatir.

 

Maafkan aku karena aku belum bisa menjadi seorang istri yang baik untukmu. Aku merasa dirimu terlalu sempurna jika disandingkan denganku, hingga pada akhirnya aku tahu kalau kau juga mencintaiku oppa..

Jeongmal saranghe uri chagiya,

Maafkan aku karna telah lebih dulu meninggalkanmu sendirian dan mengasuh anak kita.. sebenarnya aku sangat ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik bagi kalian.

Tapi takdir berkata lain , aku bakhkan tidak bisa melihat paras cantik putri kita.

Cho Cheonsa…

Bagaimana kabarnya? Dia pasti tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik bukan?

Aku membayangkan jika kelak dia akan mewarisi mata hazelmu, bibir indahmu, dan kulit halusmu oppa. Aku sama sekali tak berharap kalau suatu saat dia akan sepertiku…

Menjadi yeoja yan tidak berguna.

 

Tuhan mengutus jutaan malaikat untuk mendampingi manusia, begitu pulalah Dia menciptakan Cheonsa..

Gadis itu adalah malaikat yang diutus Tuhan untuk menjagamu menggantikanku. Itulah sebabnya aku memintamu untuk menamainya Cheonsa, sang malaikat kecil.

 

Dia adalah malaikat putih kecil kita yang akan selalu menjadi penghias hari-harimu, penyemangat hidupmu, dan cahaya disaat kau sedang terpuruk.

Kuharap kau menjaga anugerah kecil dari Tuhan untuk kita itu dengan kasih sayangmu, dan curahan rasa cintamu..

Jadikan lah dia anak yang baik, cerdas dan bisa membanggakanku disini.

 

Aku akan tetap mengawasi kalian dari kejauhan.. jadi jangan pernah merasa kesepian ya, chagiya..

Seperti katamu, aku akan selalu menjadi Edelweiss…

Bunga liar indah …. Yang walaupun tercabut dari akarnya dan berpindah tempat, dia akan tetap abadi dan menyebar aroma nya..

–SunHee–

 

Butiran-butiran airmata jatuh berlinang membasahi  pipi Cho Kyuhyun..

Dilipatnya kembali surat dari istrinya, dimasukkannya kedalam amplop seperti keadaan semula, dan menghapus air matanya dengan punggung tangannya..

Pelan… dia mendongakkan kepalanya ke langit, terdiam sejenak…  dan menciumi surat dari istrinya.

Matanya yang indah kembali meneteskan bulir-bulir bening  yang sepertinya sangat sulit untuk dibendung..

“Aku berjanji SunHee ah, aku tidak akan mengecewakanmu.. Saranghae Yeongwonhi…. Chagiya.”

 

–END—

Advertisements

4 thoughts on “[FF] My White Angel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s