[Fanfiction] Jealous

Author        : flow (@flow95_)
Tittle           : Jealous
Genre         : Romance
Length        : One Shoot
Casts         : Cho Kyuhyun, Ham Eunjung, T-ara
Disclaimer  : This FF is originally mine. It has been posted in my blog – http://flowsroom95.wordpress.com

Thank you for reading my FF. Don’t forget to keep RCL! 🙂

Gadis berambut hitam pendek itu terlihat tegang. Dia menautkan kedua tangannya dan saling meremasnya. Dia terus-terusan menggigit bibir bawahnya. Suhu di ruangan ini terasa begitu panas baginya, padahal jelas-jelas ruangan ini bernuansa sejuk dengan beberapa AC yang menyala di berbagai sudut ruangan. Dirasakannya kedua pasang matanya mulai perih dan panas, sama halnya seperti panasnya suhu di ruangan ini. Adegan demi adegan yang sedang diperankan di panggung itulah yang membuat gadis ini tak karuan.

Dua orang pemain drama musical itu sedang menjalankan peran mereka di panggung itu. Seorang wanita dan seorang pria. Si wanita dikenal sebagai salah seorang artis yang cukup terkenal di dunia musikal di Seoul. Dia adalah Kim Ah Sun. Sementara si pria, siapa yang tak mengenalnya? Dia salah satu member yang paling terkenal di Super Junior. Cho Kyuhyun. Dengan ketampanan dan talenta yang dimilikinya, dia bisa dengan mudah menaklukan hati siapa saja.

Merera berdua bermain di drama musical yang berjudul The Three Musketeers. Kyuhyun mendapat peran sebagai D’Artagnan, seorang pria yang gagah berani dan memukau. Sementara Kim Ah Sun berperan sebagai Contance. Saat ini mereka berdua terlihat begitu mesra memerankan peran mereka pada adegan Angel in My Heart. Terlihat Kyuhyun sedang menyanyikan lagu yang begitu rpmantis dan menyentuh, kemudian mereka saling berhadapan selama beberapa menit. Lalu Kyuhyun meraih tangan Ah Sun dan menggenggamnya lembut. Musik-musik bernuansa classic romantic pun mengiringi peran mesra mereka. Sebelah tangan Kyuhyun terangkat, meraih dagu wanita itu. Wajah mereka semakin lama semakin tak berjarak.  Sementara, tangan yang satunya lagi digunakannya untuk menurunkan topi yang digunakannya dan menutupi tepat di bagiannya wajah mereka berdua.

“Yahh…” Terdengar dengusan kecewa dari semua penonton yang sangat serius mengikuti alur peran mesra mereka, kecuali untuk seorang penonton. Penonton yang duduk di deretan bangku paling atas dan agak ke pojokan. Di saat adegan ciuman itu, walaupun itu tertutupi, di saat itu pula air mata milik oarng yang duduk di pojokan, yang ternyata seorang gadis, mengalir membasahi pipi mulusnya. Dia tak mampu lagi menahan bendungan air mata itu. Bisa dirasakannya sedikit rasa asin air matanya itu. Hatinya terasa terlempar ke bawah dan berserakan di tanah.  Kedua tangan yang bertaut, kali ini semakin kuat meremas satu sama lain. Masih ditatapnya adegan ‘ciuman’ yang berlangsung cukup lama itu, dengan nanar. Sedetik kemudian, dia menutup matanya dan membuang mukanya kearah lain. Udara disini sudah terasa sesak untuknya. Dengan cepat dia mengangkat bokongnya, berlari, pergi meninggalkan ruangan ini.

***

“Eonni, buka pintunya!” Sekali lagi, Jiyeon mengetuk pintu di depannya, walaupun tak ada tanggapan sama sekali.

“Ayolah Eunjung-ah! Buka pintunya! Biarkan kami masuk, atau kami akan mendobraknya?” Kali ini Boram angkat bicara, karena si pemilik kamar tetap ada respon.

CEKLEK! Muncullah sosok yang terlihat sangat berantakan dan menyedihkan dari balik pintu yang baru dibuka itu. Eunjung, rambut pendek indahnya terlihat berantakan, matanya sembab, dan dia berkali-kali sengugukan.

Boram, Jiyeon, dan empat member T-ara lainnya pun merasa amat pilu melihat sahabat mereka seperti itu. “Eonnie…” Ucap Jiyeon dan Hwayoung berbarengan sambil memeluk Eunjung sayang.

“Lihat kan apa yang terjadi? Sudah kubilang, seharusnya kau tidak mengizinkannya waktu itu, karena aku sudah tahu akan begini jadinya.” Protes Boram, namun lebih kearah mengkhawatikan.

“Sudahlah Eonni. Gwenchana (Tidak apa-apa). Jangan sampai Kyuhyun tahu aku seperti ini.” Ucap Eunjung dengan hati dan senyum yang dipaksakan seolah tidak terjadi apa-apa.

***

Bo Peep Bo Peep

Bunyi dering tanda pesan masuk bergema di ponsel Eunjung. Eunjung meraihnya dan membuka pesan itu.

From: Kyuhyun

Aku sangat merindukanmu, Eunjung-ah. Mari bertemu di apartemenku jam 3 sore. Araso?

Perasaan campur aduk meneruak di benak Eunjung. Senang karena Kyuhyun merindukannya, sedih karena dia kembali teringat kejadian itu lagi, dan takut untuk bertemu Kyuhyun. Takut pertahanannya runtuh ketika melihat wajah Kyuhyun. Dia tidak membalas pesan itu dan beranjak ke kamar mandi. Setelah selesai bersip-siap, Eunjung beranjak keluar dari dormnya. Dia berpapasan dengan Soyeon ketika mau menuruni tangga.

“Kau mau kemana?” Tanya Soyeon heran melihat penampilan  Eunjung yang rapi.

Eunjung diam sebentar, lalu memantapkan hati mengucapkannya. “Bertemu Kyuhyun.”

“Kau yakin kau siap?” Tanya Soyeon ragu, karena melihat kondisi Eunjung yang belakangan ini selalu down.

“Ne. Eonni tenang saja. Aku ingin mengatasinya.”

“Baiklah, aku percaya padamu, Eunjung-ah.” Katanya lalu memeluk Eunjung. Berharap bisa memberikan dorongan kecil untuk Eunjung.

“Gomawoyo Eonni.”

***

Sampailah Eunjung di apartemen yang sudah sangat dikenalinya setahun belakangan ini, tepat setelah dia resmi menjalin hubungan dengan Kyuhyun. Eunjung melangkahkan kakinya ragu ketika dia semakin dekat dengan pintu masuknya. Jantungnya bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya. Sampai di  depannya, Eunjung tak kunjung membukanya, padahal dia hapal benar password apartemen Kyuhyun ini, tapi entah mengapa tangannya tak berani bergerak untuk mengetikkan password itu.

TING! Tiba-tiba saja pintu itu terbuka dan muncullah Kyuhyun yang tak lain adalah pemilik apartemen ini. “Ya, kau sudah datang? Kenapa terus berdiam disini?”

Eunjung hanya diam dan menatap Kyuhyun datar. Tanpa berlama-lama, Kyuhyun langsung memeluk kekasih yang sudah sangat dirindukannya itu. Namun dirasanya EUnjung tak kunjung membalas pelukannya. “Wae? Ada yang salah?”

“Tidak ada.” Jawab Eunjung datar dan langsung menerobos masuk ke dalam. Kyuhyun heran melihat tingkah Eunjung yang agak aneh itu. Eunjung duduk di sofa yang ada. Setelah beberapa menit, Kyuhyun datang sambil membawa dua buah minuman kaleng. Kyuhyun duduk di sebelah Eunjung dan menatap Eunjung yang terlihat melamun itu. Lalu tiba-tiba saja dia memeluk Eunjung.

“Ya, bogosipoyo Eunjung-ah. Kenapa kau tak jarang menghubungiku belakangan ini?”

“Gwenchana. Aku hanya sedikit sibuk.”

Kyuhyun membulatkan mulutnya, ber-oh ria, “Arata (Aku menegrti). O, kau mau dengar ceritaku tentang drama musical itu? Semuanya berjalan lancar. Aku hebat bukan?”

JLEB! Serasa ada panah yang menusuk di dada Eunjung. Begitu sakit. Kenapa Kyuhyun malah membahas itu di depan Eunjung, yang daritadi jelas-jelas berusaha memperkokoh pertahanannya. “Benarkah? Chukae (Selamat).” Ucap Eunjung dengan senyum dipaksakan.

Kyuhyun terus melanjutkan ceritnya itu, sampai akhirnya pertahanan yang dibangun Eunjung dengan susah payah, runtuh. Dia tak sanggup lagi, tapi dia tak mau menunjukkannya di depan Kyuhyun. “Kyuhyun-ah, aku harus pulang sekarang. Aku baru ingat aku harus bertemu Manager Kim sekarang. Ada urusan yang harus kami selesaikan.” Eunjung membual.

“Ya, kau baru saja tiba. Kenapa cepat sekali perginya.”

“Mianhe, ini sangat mendesak.”

“Baiklah, aku akan mengantarmu.”

“Hajima (Jangan)! Aku bisa pulang sendiri.” Terang saja Eunjung menolak tawaran Kyuhyun. Kalau sampai terlalu lama berhadapan dengan Kyuhyun, dia tidak akan mampu bertahan.

***

Selang satu minggu sejak terakhir kali Kyuhyun bertemu Eunjung di apartemennya, mereka berdua hilang contact. Eunjung tidak bisa dihubungi sama sekali. Diajak bertemu oleh Kyuhyun pun, dia selalu menolak dengan berbagai alasan. Kyuhyun sendiri heran, apa yang menyebabkan Eunjung menghindarinya terus. Ini semua sejak dia bermain di drama musical Three Muskeeters, wanita yang membuat hatinya luluh itu, berlagak sangat aneh. Dia tak tahu apa sebabnya. Cemburukah? Tapi apa mungkin?

Sekarang Kyuhyun terlihat duduk dengan gelisah di salah satu koridor kantor SM itu. Sedari tadi dia terus menggengam ponselnya, berharap ada panggilan atau sms dari orang yang paling dinantinya. Walaupun hubungan mereka, hubungan cinta rahasia, Kyuhyun sangat mencintai Eunjung. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya,  kalau sampai kehilangan wanitanya itu. Kyuhyun mencoba menghubungi Eunjung lagi, namun tetap tak diangkat. “Argh!! Dia kenapa sih?” Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.

“Kyuhyun oppa!” Suara Jiyeon menyadarkan Kyuhyun.

“O, Jiyeon-ah? Ada apa?”

“Eum.. Bisa kita bicara? Ini mengenai Eunjung Eonni.”

Mendengar nama Eunjung, Kyuhyun tanpa pikir panjang langsung menyetujuinya. “Ne, tentu.”

Mereka memilih sebuah café yang masih berada di sekitar kantor SM sebagai tempat untuk berbincang. Jiyeon menceritakan semuanya, semua yang terjadi pada Eunjung. Sungguh, dia tidak sanggup melihat keadaan Eonni-nya yang semakin hari semakin memburuk akibat kejadian Kyuhyun ‘berciuman’ di drama musikalnya. Padahal jelas-jelas, Eunjung melarang seluruh member T-ara memberitahu keadaannya kepada Kyuhyun.

“Eonni cemburu karena adegan ‘ciuman’ Oppa dengan Kim Ah Sun. Dia terus-terus berdiam diri di kamar.”

“Dia menontonnya? Aku tidak tahu sama sekali.”

“Ne. Eonni pergi menontonya diam-diam. Padahal Boram Eonni sudah melarang. Tapi dia tetap bersih keras. Sebenarnya dia juga melarang kami untuk memberitahukan keadaannya pada Oppa, tapi aku tidak bisa. Oppa  jangan bilang, kalau aku yang memberi tahu ya!”

Kyuhyun paham sekarang. “Tenang saja, aku pasti akan tutup mulut. Terima kasih Jiyeon-ah, tapi aku akan membuat dia mengakui sendiri kecemburuannya itu.”

***

                Eunjung menatap langit malam yang bersih tanpa ada titik-titik bintang, di balkon dorm T-ara. Angin malam yang kencang, membuat anak-anak rambutnya terbang dan menggelitik telinganya. Dia melirik jam tangannya, jam 10 malam, tapi kenapa semua teman-temannya belum ada yang pulang? Batin Eunjung dalam hati.

“Kalau kau berdiri di sini terus, kau akan sakit.” Eunjung merasa tubuhnya agak hangat karena pelukan dari seseorang di belakangnya. Kyuhyun. Dia tak mau menatap pria itu, karena takut pertahanannya akan runtuh. “Kenapa menjauhiku, huh?” Tanya Kyuhyun  masih tetap mengeratkan kedua tangannya di leher Eunjung.

Bukannya menjawab, Eunjung malah melepaskan pelukan Kyuhyun dan hendak berbalik menghidarinya, namun langsung ditahan Kyuhyun. “Katakan padaku! Agar aku mengerti dan memperbaikinya.” Kyuhyun menarik tangan Eunjung sampai mereka berhadapan. Tangannya yang tadi memegang  kedua tangan Eunjung, dialihkannya untuk mengangkat kepala Eunjung yang tertunduk. “Katakan padaku semuanya, Eunjung-ah.”

“A—ku cem—buru…” Tangisan yang sudah lama ditahan itupun pecah. Eunjung sampai tersentak-sentak luar biasa, karena memendamnya cukup lama. Dia terus senggugukan.

“Aku cemburu saat melihat adegan itu. Aku tak bisa saat menghadapi kenyataan, kau berciuman dengan wanita lain, walaupun itu cuma acting. Aku mungkin egois, tapi aku hanya ingin ciumanmu hanya untukku, untukku saja!” Eunjung benar-benar menumpahkan batu besar yang mengganjal hatinya satu minggu ini.

“Aku kan sudah meminta persetujuanmu berkali-kali, karena aku tahu, di situ aku ada peran berciuman dengan Kim Ah Sun. Kau pun tahu itu, tapi kau tetap berkata ‘ya’ dan menyetujuinya. Aku berusaha menolak pun kau larang, karena kau bilang ini sebagai loncatan kemajuan karirku.”

“Aku menyesal menyetujuinya, Kyuhyun-ah.”  Eunjung menangis lagi dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kyuhyun. Kyuhyun pun memeluk erat Eunjung sambil tersenyum puas. Akhirnya wanitanya ini mengakui kalau dia cemburu. Rencananya berhasil. Setelah beberapa menit menangis, Kyuhyun mengengkat wajah Eunjung. “Lihat aku.”

Eunjung menatap Kyuhyun dengan mata yang basah. Kyuhyun mengelap airmata Eunjung dengan ibu jarinya. Dia lalu memegang lembut pipi Eunjung dengan kedua tangannya. Matanya menatap dalam dan penuh arti manik mata Eunjung, hingga Eunjung terhanyut dalam tatapan kekasihnya itu. Kyuhyun memajukan wajahnya hingga jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa centi lagi. Dalam hitungan detik, bibir mereka bertemu. Eunjung menutup matanya, menikmati ciuman manis dan hangat dari Kyuhyun. Ciuman yang dirindukannya dan selalu disukainya. Ciuman yang harus selalu  untuknya.

Bibir Kyuhyun masih terus menyapu bibir Eunjung. Menciumnya dengan penuh cinta dan kehangatan. Perlahan tangannya berpindah kebagian tengkuk Eunjung dan mempadalam ciuman mereka. Eunjung benar-benar terhanyut dalam ciuman yang diberikan Kyuhyun. Sampai akhirnya tangannya bergelayut mesra di leher Kyuhyun. Sampai ciuman itu terlepas karena Eunjung kehabisan nafas.

Eunjung tertunduk malu karena kegiatan mereka barusan. Kyuhyun memandang lucu pada wanitanya ini. “Aku beritahu semuanya. Aku senang karena akhirnya aku bisa melihatmu cemburu padaku, itu menandakan kalau kau mencintaiku. Karena selama ini aku tak pernah melihat gelagat cemburu darimu.” Mereka berubah posisi seperti awal, Kyuhyun memeluk Eunjung dari belakang sambil menghadap kearah langit.

“Apakah aku harus menunjukkannya?” Tanya Eunjung.

“Tentu. Sebagai tanda kau mencintaiku, dan aku senang dengan perkataanmu tadi.” Kyuhyun sedikit menunudukkan wajahnya yang mulai memerah.

“Yang mana?”

“Bahwa kau hanya ingin ciumanku hanya untukmu saja. Tidak boleh untuk orang lain.” Kali ini wajah Kyuhyun benar-benar tersipu merah, begitupula dengan Eunjung.

“O—Oh itu.” Jawab Eunjung dengan kikuk.

“Satu hal lagi, kau harus tahu bahwa keinginanmu itu benar-benar kulaksanakan.”

Eunjung membalik badannya, “Maksudmu?” Dia keheranan.

“Aku tidak benar-benar berciuman dengan Kim Ah Sun. Kau tahu mengapa aku menurunkan topiku pada saat adegan itu? Itu karena untuk menutupi kami yang sebenarnya tidak benar-benar berciuman. Sebelumnya aku sudah janjian dengan Kim Ah Sun, dan dia menyetujuinya, karena aku beralasan tidak ingin menyakitimu.”

“Ya! Kau menipuku!” Eunjung memukul-mukul dada Kyuhyun dengan kedua tangannya. Padahal  sebenarnya dalam hati dia senang bukan main, karena ciuman Kyuhyun benar-benar hanya miliknya.

Kyuhyun menghentikan aksi Eunjung yang memukul-mukul dadanya. Dia kembali menatap Eunjung dalam seperti tadi dan Eunjung paling tidak tahan jika ditatap seperti itu. “Saranghe Eunjung-ah.” Lagi, Kyuhyun mencium Eunjung. Eunjung jelas tak mampu menolak. Dia merasa gejolak yang teramat luar biasa saat ini. Kyuhyun mencium dan melumat bibir Eunjung, dan Eunjung membalas setiap ciuman yang diberikan padanya.

“Na do saranghe, Kyuhyun-ah.” Balasnya di sela- sela ciuman mereka.

-THE END-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s