[FF] 3 Boys Love Me, Jinjja?

*Nama Author (penulis): Minami Choi
*Judul: 3 Boys Love Me, Jinjja?
*Genre: Romance
*Length: Ficlet
*Cast:
1. Cha Hyejin (OC)
2. Jae Joong JYJ
3. Choi So Yeon (OC)
4. G.O MBLAQ aka Jung Byunghee
5. G-Dragon Big Bang aka Kwon Jiyoung
*Disclaimer: FF ini MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR!! Sudah pernah dipublish sebelumnya di account Facebook Jung So Yeon.
N/B: Setelah membaca, ditunggu saran dan kritiknya. Bagi yang mau berkenalan lewat sini : twitter.com/Wina950306

“YA! Eonnie pelan-pelan!!” ringis So Yeon saat seorang yeoja menarik tangannya kasar.

Namun sosok yang dipanggil eonnie itu tidak menggubris protesan So Yeon.

“Hyejin eonnie sebenarnya kita mau kemana ‘sih? Kenapa pakai acara tarik-menarik segala?”

“Sudah kau diam saja Yeonnie!! Kau akan tahu akan tahu alasanku menarikmu seperti ini,”

Hyejin -nama asli gadis itu- menyahut sedikit geram.

~~~

“MWOYA? Jadi benar tiga namja itu menyukaimu eon?” kaget So Yeon sesaat setelah

Hyejin selesai bercerita.

“Ssttt..ku bilang jangan keras-keras,” Hyejin menempelkan telunjuknya dibibir, mata

melirik kiri kanan berharap tak ada orang yang mendengar pembicaraan mereka, “Dibilang

benar juga aku masih belum yakin, tapi…dilihat dari tanda-tandanya memang 3 namja itu

menyimpan rasa lebih padaku,”

“Mungkin kau benar eonnie. Lihat saja tingkah mereka akhir-akhir ini. Jaejoong oppa yang

tiba-tiba saja memberimu banyak hadiah. Hal yang setahuku jarang sekali ia lakukan. Atau

Jiyoung oppa yang tidak angin tidak ada hujan mau membantu menyelesaikan skripsimu.

Bahkan yang sangat tidak ku percaya adalah tingkah Byunghee oppa, yang tanpa disangka ia

menulis sebuah lagu untukmu dan dipamerkannya pada teman-teman bahkan akun jejaring

sosialnya,” celoteh So Yeon tanpa henti.

“Aku tahu itu Yeonnie,” Hyejin menghela nafasnya pelan, ia benar-benar bingung dengan

perubahan ketiga sahabatnya itu. Bagaimana tidak? 3 namja yang masing-masing merupakan

sahabatnya saat SMU, anak teman appanya yang memang sudah dianggapnya keluarga dan

temannya di les piano disaat yang bersamaan memberikan perhatian lebih atau…menyukainya

disaat secara serentak? Mungkin saja.

“Jadi..”

Hyejin menoleh saat suara So Yeon terdengar.

“Apa yang akan eonnie lakukan?”

Pertanyaan itulah yang sedari tadi berkecamuk dipikirannya. Ia bahkan sama sekali tidak bisa

memikirkan jawaban yang tepat atas pertanyaan itu.

“Entahlah Yeonnie, aku..aku belum memikirkannya,” Hyejin menunduk, “Masalah ini terlalu

sulit untukku Yeonnie,”

“Aku tahu eon, aku tahu bagaimana posisimu sekarang,” So Yeon menepuk pundak

Hyejin, “Sudah. Jangan terlalu dipikirkan, nanti eonnie sakit,” gadis itu melirik jam yang

melingkar dipergelangan kirinya, “Sudah waktunya makan siang, eonnie belum makan ‘kan?

Kali ini aku yang traktir,”

Hyejin mengangguk lemas menanggapi tawaran So Yeon.

~~~

Hyejin menatap trotoar jalan dengan lesu. Kakinya digoyang-goyangkan berharap

kebosanannya hilang. Gadis itu kembali membuang nafasnya, ia menatap langit yang hari

ini kebetulan sangat cerah. Ia tersenyum. Tapi hanya sebentar karena didetik selanjutnya ia

memijat kepalanya yang terasa pening. Ditambah lagi perutnya yang mendadak mual bersiap

mengeluarkan isinya. Hyejin berpegangan pada tiang halteu bus. Keringat dingin bercucuran

dari kulitnya yang putih salju. Tubuhnya bergetar hebat lalu…

Bruk!

Tubuh mungil itu terjatuh. Masih sempat ia dengar seseorang memanggil namanya.

~~~

“Kau sudah sadar?” sayup-sayup ia mendengar suara berat namja, ia mengerjapkan matanya

berusaha melihat dengan benar.

“Jaejoong?” Hyejin menebak-nebak karena kepalanya masing pening.

“Ne..ini aku, kau tidak amnesia ‘kan?” tangan Jaejoong berusaha membuka sebotol air

mineral, “Aku tadi melihatmu pingsan di halteu bus, kau sakit? Atau belum makan?”

Hyejin diam. Ia ingat sekarang. Ia pingsan karena kepalanya terasa pusing dan perutnya yang

mual. Tadi ia hanya makan dua suap saja saat bersama So Yeon, hh..benar kata So Yeon. Ia

terlalu memikirkan masalah ini hingga berakibat buruk pada kesehatannya.

“Hei..kenapa malah melamun?” Jaejoong menyenggol lengannya dan membuat gadis itu

tersadar, “Ini. Minumlah,” namja itu menyodorkan sebotol air yang telah dibuka dan tentu

diterima dengan senang hati oleh sang yeoja.

Hening sesaat.

“Kau belum menjawab pernyataanku yang kemarin,” suara Jaejoong terdengar memecah

keheningan diantara mereka.

“Aku hanya kelelahan karena skripsiku sampai sekarang belum selesai. Itu saja,” jawab

Hyejin tanpa sadar.

“Nde? Aku bertanya soal pernyataanku yang kemarin Cha Hyejin, bukan pertanyaan,” ujung

botol yang baru sampai dibibir Hyejin terhenti seketika, yeoja itu menatap Jaejoong.

“Kau sudah mempunyai jawabannya? Kau bilang padaku kau akan memberikan jawabannya

besok atau lebih tepatnya hari ini, jadi…” Jaejoong balas menatap sang gadis, “Apa

jawabanmu Hyejin-a?”

Deg!

Mendadak Hyejin lupa caranya untuk bernafas saat tatapan Jaejoong tepat langsung ke

matanya. Debar jantungnya berubah tidak beraturan, aliran darahnya berdesir hebat. Mengalir

cepat ke pusat dadanya, membuatnya tertegun melihat tatapan itu.

Hyejin segera mengalihkan tatapannya ke arah lain, “Ngghh..itu..itu..a-aku belum

memikirkannya Jaejoong-a. Mungkin..mungkin besok karena ku pikir pernyataanmu

kemarin..terlalu…tiba-tiba,”

“Begitu?”

Hyejin mengangguk cepat, sudut matanya melirik dan mendapati Jaejoong yang masih

menatapnya. Ia meremas-meremas ujung kausnya, berubah menghilangkan kegugupan yang

tiba-tiba saja melandanya.

“Baiklah. Aku tidak akan memaksa, kau pikirkan baik-baik jawabanmu dan ku harap kau

memberikan jawaban seperti apa yang kuharapkan,”

~~~

“Kenapa kita ke sini Jaejoong-a?” Hyejin melihat keluar jendela dan mendapati sebuah rumah

mewah yang sangat dikenalnya.

“Kau akan tahu nanti, kajja! Kita keluar, semuanya sudah menunggu,” Jaejoong melepas

seat belt lalu membuka pintu mobil. Hyejin yang bingung dengan situasi ini hanya menatap

punggung tegap itu bingung.

“Ya, kenapa tidak keluar?” Jaejoong yang sadar Hyejin masih diam tak bergeming dikursi

mobilnya, “Semua sudah menunggu kita,”

“Ta-tapi ‘kan..” Hyejin melirik arlojinya, “Aku ada les piano sekarang, jika aku tidak ke sana

maka appa akan membunuhku,”

“Sudah. Keluar dulu saja, aku jamin appa mu tidak akan memarahimu. Aku janji,”

“Jeongmal?” Jaejoong mengangguk.

“Awas kalau kau bohong! Kau akan meregang nyawa ditanganku Kim Jaejoong!”

~~~

“Ja-jadi..ini semua hanya akting?” tanya Hyejin tidak percaya.

“Ne..Hyejin-a, ini semua hanya akting. Kami bertiga juga So Yeon sepakat untuk

mengerjaimu, membuatmu stres dan akhirnya…hahahaha, rencana kami berhasil,” Byunghee

menyahut santai.

“Ta-tapi..dalam rangka apa? Hari ini bukan ulang tahunku!!” Hyejin cemberut, “KALIAN

JAHAT!!!”

“Hanya ingin menguji keisengan saja Cha Hyejin, dan yang patut disalahkan kali ini adalah

So Yeon. Dia yang mengusulkan rencana ini agar seolah-olah kamu terlihat memberi

perhatian yang lebih terhadapmu,” kini Jiyoung yang menyahut, Hyejin melirik horor ke arah

So Yeon yang hanya dibalas cengiran santai sang yeoja.

“CHOI SO YEON AWAS KAU!!!” lengking Hyejin keras berusaha mendekati So Yeon,

namun ada tangan lain menahannya.

“Sudahlah Hyejin-a, anggap saja ini sebagai kenang-kenangan dari kami yang tak

akan terlupakan olehmu,” wajah Jaejoong mendekat dan debar jantungnya makin tidak

terkendali, “Karena sebenarnya…aku memang menyukaimu Cha Hyejin. Saranghae,” bisik

Jaejoong membuat rona merah terpancar dipipi Hyejin.

Cup!

Semburat merah jambu itu makin menjadi saat ciuman singkat Jaejoong mendarat dipipinya.

Hyejin tersipu. Jiyoung, Byunghee dan So Yeon yang melihat itu langsung berdehem keras.

END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s