{FF} Camera and Action!

*Nama Author : @esmeralda14_
*Judul: Camera and Action!
*Genre: AU, romance
*Length: oneshoot
*Cast: Lee Dong Hae, Song Na Ra (OC), Cho Kyung Jin, Choi Si Won and other
*Disclaimer: FF ini MURNI buatan saya, don’t copas kecuali izin. FF ini sudah di publish di salah satu fanspage, dan blog saya (kadafanfictionkpop.wordpress.com). ehehe Don’t silent readers~~^^

nb : coba bacanya sambil denger lagu hyorin – hello (goodbye).😀

“Lee Dong Hae!!! Kami mencintaimu!!!”

Seorang gadis sedang memakai headset merasa terganggu, masalahnya teriakan itu terlalu berisik

dan mengusik telinganya. Ini tempat umum, bukan sebuah gedung atau lapangan. Hawanya terlalu

panas, menyebalkan! Memang, make up saja hampir luntur. Ini bukan musim panas, tapi udara

sangat panas.

 

“Hei Song Na Ra, kamu bisa memulai sekarang” panggil Sutradara Cho Kyung Jin

“ini buruk ini buruk!” gumam gadis bernama Song Na Ra itu

Dia sudah duduk dengan manis dengan beberapa artis ternama di korea. Oh, dia artis juga.

Harusnya ia menolak tawaran ini jika tahu dengan Lee Dong Hae! Artis terkenal yang jelas

sekali kelakuan buruknya dan sangat menyebalkan! Tapi, menurut Cho Kyung Jin sang sutradara

itu Donghae sangat pintar beracting berbagai watak. Tidak aneh jika dia mendapat banyak

penghargaan.

 

“ceritanya namamu di sini Lee Soo Ri, jangan lupa bersifatlah seanggun mungkin” kata

managernya sebelum akhirnya manager duduk di sebelah sutradara

“tunggu!!” teriak Kyungjin, membuat semuanya bingung “mana dia si Donghae?”

“maafkan aku sutradara! Jalanan begitu macet atau memang fansku yang aneh! Aku terjebak!

Aku terperangkap! I’m traaappp!!”

 

Kyungjin menyenderkan dagunya di atas kedua telapak tangannya, sikutnya berada di atas

meja. Nara juga melakukan hal yang sama. Oh yeah, semuanya juga sama. Tidak ada yang

membantu mengusir kerumunan fans fanatik Lee Dong Hae. Pernah sekali ada yang membantu

menyelamatkan Donghae dari kerumunan fansnya, hasilnya dia masuk ke rumah sakit karena di

pukul habis – habisan oleh fansnya.

“resiko wajah tampan, memang menyebalkan” gerutu Kyungjin kesal

Nara dan beberapa kru mengangguk setuju. Beberapa artis akhirnya di ambil gambarnya terlebih

dahulu. Donghae? Dia sedang berusaha melompat keluar ke mobil dengan mencoba menyewa

beberapa polisi. Apa enaknya jadi artis jika sudah seperti itu? Jangan harap bisa keluar dari dunia

ke artisan Donghae.

“rambutku!!! Tidaaak!!!!” teriaknya histeris sendirian selama jam make up

Penata rias Donghae tidak melakukan apapun pada rambut artis aneh itu, tapi fansnya yang

tadi sempat menjambaknya. Aksi hebohnya itu sempat membuat beberapa orang tertawa penuh

kesenangan, berharap lebih dari sekedar jambakan rambut Donghae. Nara sibuk membuka tabnya,

membaca tugas sekolah yang diberikan guru untuknya sambil duduk menyilang di atas sofa.

“aish, menyebalkan sekali. Jika aku botak bagaimana nanti?!” gerutu Donghae sambil duduk di

sebelah Nara

 

Mata Donghae melirik pada lawan mainnya yang masih duduk di bangku sekolah. Donghae

sendiri? dia masih kuliah dan tidak lulus juga selama 3x mencoba. Sekarang dia masih kuliah.

Donghae menyenderkan dirinya pada sofa, mencoba mencari tahu Nara sedang berbuat apa.

“kau sempat sekali belajar selama syuting” kata Donghae ketus

Nara menarik nafasnya berat, lalu berujar “terima kasih pujiannya” dengan nada datar

“aku Lee Dong Hae! Kau tahu aku bukan?” tanya Donghae penuh percaya diri

“aku tahu”

Donghae tersenyum lebar, siapa juga yang tidak kenal dia.

“baru tahu hari ini dari sutradara Cho” sambung Nara

Donghae menutup wajahnya dengan topi, kali ini ada juga yang tidak tahu bahkan baru tahu

dirinya! Pemuda itu memakai jas kerja, lalu berdandan lebih rapi. <em>You know readers, </

em>Donghae harus berperan sebagai seorang Cho Kyu Hyun yang dingin dan tidak berperasaan,

seorang pria yang dingin dan selalu bekerja di kantor. Anehnya, Donghae bertanya pada sutradara

Kyungjin tentang episode terakhir cerita itu.

“tunggu! Aku tidak ahli dalam memegang anak kecil!”

“aku sudah merekomendasikanmu! Jangan menolak atau kau berakhir menjadi mayat di sungai

han”

 

Keduanya saling bertatap sebal. Ayolah, Kyungjin sudah berusaha agar Donghae bisa

memerankan peran penting ini. jika Donghae, yang sebenarnya bernotabene sahabatnya itu

melakukan acting yang sia – sia, maka Kyungjin akan melemparnya ke sungai han. Kyungjin tidak

akan mau bunuh diri karena dia punya calon istri, hebatnya mereka berdua.

“oke, semua siap?”

Nara dan Donghae mengangguk, kali ini adegan mereka di taman. Ceritanya, si Soori dan

Kyuhyun berbicara empat mata mengenai perjodohan pernikahan mereka. Sifat Soori yang lembut

dan sifat Kyuhyun yang dingin. Kebalikan dari mereka berdua.

“ready! Action!”

Keduanya menghela nafas berat, Nara menundukkan wajahnya. Mencoba agar Donghae bisa

bicara terlebih dahulu. Apa yang di lakukan Donghae? Dia sedikit lupa isi scenario! Ini lebih dari

gawat!

“kau tahu, aku benci ini. minta orang tuamu batalkan perjodohan ini segera!”

Nara mendongakkan kepalanya. untung saja dia tidak terkena serangan jantung karena Donghae

bermain di luar naskah. Ini benar – benar menyebalkan. Nara masih diam, bukan saatnya dia

berbicara meskipun dia ingin mengomeli Donghae karena diluar jalur.

“bukannya masa depanmu masih panjang?” Donghae menatap tajam Nara “kamu harusnya bisa

menolak dengan alasan sekolah”

Donghae membalikkan badannya, lalu pergi meninggalkan Nara. Dia cepat – cepat berlari ke

belakang camera dan menghampiri Kyungjin dengan ekspresi memohon ampun karena dia lupa

scenario. Nara menghempaskan dirinya di bangku yang terletak di sebelahnya, dia menunduk

sedih sekali. Dia bisa merasakan sedihnya seorang Soori yang menyembunyikan penyakitnya dan

tidak bisa menolak perjodohan orang tuanya. Sakit sekali pastinya.

“oke! Cut!! Bagus sekali Nara!”

Gadis itu menghela nafas lega, sedangkan Kyungjin sibuk mempelototi Donghae. Sebagian

sutradara di dunia biasanya kesal karena artisnya bermain di luar scenario. Kyungjin tersenyum

lebar, dia menepuk pundak Donghae dengan keras, lalu tertawa lepas. Nara sampai menutup

wajahnya karena malu.

“lebih baik lagi menghayati peran dengan Nara, aslinya ini lebih menyakitkan” kata Kyungjin

dengan penuh semangat

“yaaakk!! Donghae! Kau mau apa?!”

Manager Donghae dan Nara menoleh sebentar, pasalnya yang teriak itu adalah Nara karena

Donghae sedang memotretnya. Lebih tepatnya mencoba mengambil foto mereka berdua agar

bisa di pamerkan di sosial media. Siwon sampai melompat ketika dia mendengar teriakan Nara,

tapi berhubung Nara adalah sepupunya, jadi apa daya selain tertawa. Sedangkan Kyungjin malah

hampir tersedak kopi yang baru ia beli.

“ayolah! Supaya orang mengenal kita adalah partner yang baik!”

“apa maksudnya dengan partner?” Nara menjitak Donghae “kita hanya lawan main dalam suatu

drama! Ingat itu!”

Donghae mengendus kesal, satu – satunya pasangan lawan jenis di drama yang baru pertama

kali suka ribut adalah Donghae dan Nara. Memang jarang di temukan, tapi ketika Kyungjin

menjelaskan Donghae seperti apa, Nara sudah enggan untuk bersama dengan Donghae.

Bawaannya kalau ketemu Donghae ingin sekali menjitak kepala artis tampan itu.

“sudah aku katakan mereka tidak akan menjadi akrab” celetuk Park Myun Hee, tunangan

Kyungjin

“hai sayang, sedang apa disini?” tanya Kyungjin

“aku hanya ingin memastikan kalian tidak akan <em>king boxing</em> hanya karena kedua artis

aneh itu” jawab Myunhee

 

Siwon dan Kyungjin mendesis secara bersamaan, keduanya ingin cepat – cepat menyumpal mulut

Myunhee. Donghae dan Nara masih ribut saling ribut satu sama lain. Tidak lama, keduanya

berebut sebuah apple juice dari asisten Nara. Bahkan Nara sempat memukul Donghae berkali –

kali. Untung saja tidak ada fans, jika ada habislah Nara.

“Ready! Action!”

Donghae dan Nara mengangkat koper yang merupakan property. Seorang hanya satu koper,

sangat berat, benar – benar bekerja keras membawa koper. Donghae berdacak pinggang, melihat

sekeliling ruangan, dia menunjuk sebuah kamar, berkata tanpa melihat Nara “aku akan tidur di

kamar yang kanan, kamu bisa di kamar depannya”

Nara mengangguk, dia lagi – lagi harus menghela nafas dengan sangat pelan. acting kembali

berlanjut jam 10 malam. Jam di dinding di stel jam 12 kurang. Nara memikirkan beratnya sebagai

orang yang ia perankan kali ini.

“Action!”

Nara melihat jam, lalu dia menatap makanan yang tertata di meja makan. Dia menghela nafas

dengan sangat pelan.

‘cklek’ pintu terbuka, Donghae masuk ke dalam dengan wajah letih dan lesu, serta enggan untuk

melihat Nara. Sebelumnya Donghae sempat bingung bagaimana wajah lesu, dia sampai push

up dan berlarian di tangga sebelum waktunya masuk ke dalam. Nara menghampiri Donghae,

Kyungjin mulai menatap serius di balik layar.

“Kyuhyun” panggil nara dengan sangat pelan

Donghae bersikap acuh dengannya, dia berjalan melewati Nara, tidak memperdulikan apa yang

terjadi di belakangnya. Nara diam, Donghae masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Nara

berjalan ke meja makan, menghabiskan semua makanan yang sudah sedingin es itu. Benar – benar

tidak enak!

“Cut!”

Nara berlari ke kamar mandi, Donghae keluar kamar dan menguing. Dia sampai menganga karena

senang sekali mendengar Nara muntah – muntah karena makanan itu benar – benar dingin dan

tidak enak. Saking asiknya tertawa, dia tidak tahu ada nampan besar di atas kepalanya.

‘JDDUUKKK’

“awww!!” teriak Donghae

“sakit ya? kasihan” Nara tersenyum manis

Beberapa kru sempat menggeleng sedangkan Kyungjin dan Siwon menepuk kening masing

– masing, lagi – lagi mereka menyesal telah menggunakan keduanya dalam drama sedih.

Malamnya, semuanya tidur di kamar yang tersedia. Lebih tepatnya perempuan tidur di kamar

property yang dipakai untuk kamar Nara, sedangkan yang sisanya berada di kamar property

Donghae.

Jam 2 pagi, Donghae merasa tidurnya tidak nyaman sama sekali. Dia berjinjit agar bisa keluar

kamar dengan tenang. Dia menutup pintu dengan sangat perlahan, lalu berjalan malas menuju

dapur. Heran, semua sudah di matikan. Lampu ruang makan menyala. Ada seseorang. Song Na Ra

sedang belajar!

“hei, ini jam 2 pagi, apa kau tidak tidur?” tanya Donghae

“kau sendiri kenapa keluar kamar?”

Donghae membuka kulkas, mengambil air putih. Dia melihat Nara sangat serius dalam belajar.

Dia tidak peduli pada Donghae yang memperhatikannya, matanya terlalu berfokus pada materi –

materi yang ada di tabnya. Pria itu duduk di samping Nara, ikut membaca.

“apa tidak lelah bekerja sembari syuting menjadi artis?”

Nara melihat Donghae, wajah Donghae cukup sangat penasaran. Dia tersenyum sekilas,

tersenyum? Tersenyum!! Donghae sampai kaku karena baru melihat Nara tersenyum padanya.

Beda sekali Nara yang galak dan Nara yang sedang tersenyum. Nara masih membaca tabnya

sambil berujar

“aku mencari uang untuk biaya sekolah”

Donghae diam, dia tidak mengerti. Nara sudah tahu jika Donghae pasti tidak akan mengerti, gadis

itu mengendus pelan.

“cita – citaku menjadi seorang dokter” Nara tersenyum miris “karena tidak ada uang, jadi aku

memutuskan untuk bekerja, jika sudah terwujud aku akan keluar dari dunia hiburan ini”

“aku tidak memikirkan untuk pendidikan, kadang aku memikirkan sebuah popularitas”

“Donghae, kamu harus belajar! Jika kamu sudah tidak menjadi artis dan tidak ada pendidikan

bagaimana masa depan nanti?”

Ada benarnya kata Nara, Donghae juga harus belajar agar menjadi seseorang dimasa depan

nanti. Dia tidak berfikir bagaimana keluarganya dimasa depan nanti, apa lagi anak – anaknya.

Dia menunggu Nara, ikut belajar sampai dia sadar jika Nara tidur dengan posisi tangan di

jadikan bantal, tempatnya di meja. Wajah damainya menyapu pikiran Donghae yang selalu

menggambarkannya dia gadis yang galak.

“hei, Nara-ya! kenapa tidur dimeja makan?”

Nara membuka matanya, dia mengucek matanya perlahan. Jam 6 pagi. Asistennya

membangunkannya karena dia tidak menemukan Nara di kamar. Kyungjin sampai bingung

melihat Nara baru bangun. Tubuhnya diberi jaket putih milik Donghae. Nara memeriksa tabnya,

sebuah tulisan membuatnya ingin sekali menggigit Donghae.

belajarlah lebih rajin –LDH-
Dasar donghae, batin Nara

Paginya, mereka syuting sebentar bagian sarapan pagi. Donghae menuruni tangga, menemukan

sarapan paginya di atas meja. Sedangkan Nara di ambil di bagian menyiapkan meja makan,

mengelap sepatu dan berangkat sekolah. siangnya, tidak ada jadwal. Jadi,, Nara bisa ke sekolah

seperti biasa dan Donghae mampir ke MoBit bersama Kyungjin dan Siwon. Di sana, mereka

bertemu Kim Jong Woon, atau yang biasa di sebut Yesung.

“Nara? Song Na Ra? Artis yang cantik itu? Wow, aku suka cara dia acting!” puji Yesung

“aku bahkan tahu semua tentangnya termasuk sekolahnya” tambahnya

Donghae menyesap coffe americanonya, dia menarik nafas perlahan. Yesung menjelaskan bahwa

Nara juga langganan di Mouse Rabbitnya, biasanya dia sendirian atau bersama dengan Yoon

Dong Na, model remaja yang terkenal sebagai tokoh antargonisnya. Harusnya Kyungjin dan

Siwon memasukkan seorang antargonis seperti Dongna. Tapi, sesuai cerita nyata yang tidak ada

pemeran kedua, Kyungjin akan memasang Dongna sebagai pacar Donghae. Tetap saja antargonis.

‘Krriiniiinnggg’ bel pintu café berbunyi

“wah, selamat datang” Yesung menyambut dengan ramah

Semua diam, dua orang gadis yang sedang di bicarakan malah muncul sekarang. Nara dan

Dongna. Banyak sekali fans fanatic di luar sana yang sempat heboh karena munculnya beberapa

bintang idola di café itu. Yesung sampai kerepotan karena banyak orang.

“kalian ingat drama yang menceritakan bahwa jodoh tidak lari kemana – mana? Dan mereka

sering bertemu selain di tempat syuting” ledek Kyungjin

Nara duduk tepat di sebelah Kyungjin, sedangkan Dongna sedang ke kamar mandi. Yesung

memberikan menu special untuk Nara. Kemudian, Kyungjin ingin Yesung pergi dahulu bersama

Siwon karena masih ada urusan pada Donghae dan Nara.

“aku senang kalian bertemu kali ini tidak ribut”

Donghae menyipitkan matanya, dia berujar “kami tidak harus selalu ribut”

Kyungjin terkekeh, Nara membuka kembali tabnya. Gadis itu diam saja, Donghae sampai menarik

tabnya, dia begitu ingin sekali membaca materi yang Nara baca. Kyungjin membelalakkan

matanya ketika Donghae dan Nara saling membaca di tab. Bersama pula. Jika ada fans pasti akan

menjadi sebuah bencana besar.

“kalian apakah menjadi cinta lokasi?” tanya Kyungjin, sedikit curiga membuatnya sedikit

penasaran

“tidaaakk! Kami hanya belajar” jawab keduanya serempak

“baiklah” Kyungjin bangkit dari tempatnya duduk “aku berharap kalian bisa menjadi lebih baik

dalam berakting. Rajin – rajinlah berlatih”

Scenario kali ini mengisahkan bagaimana Soori pingsan saat acara kelulusan. Nara baru saja

keluar dari ruang ganti, wajahnya begitu pucat. Donghae mendekatinya, dia berpakaian sangat

simple sekarang. Tangan kananya menyentuh kening Nara, tangan kirinya memegang pundak

Nara.

“apa kamu sakit?” tanya Donghae polos

“bodoh, ini make up” jawab Nara sinis

Donghae menganga tidak percaya, dia tersenyum miris. Nara menoleh sekitar, ada sesuatu yang

harus dia cari. Teriakan Nara mengagetkan Donghae. “HEI! DIMANA SYRUPNYA?”

Nara membenarkan jasnya, dia berdeham pelan. bersiap – siap untuk memulai hidupnya di

camera. Beberapa orang yang di bayar juga sudah duduk. Tinggal Kyungjin saja yang sedang

menelfon belum tiba di tempat duduknya. Donghae mencari sosok Kyungjin. Ia tahu mulut Nara

sudah di isi oleh syrup kental yang rasanya sangat manis. Tentunya Nara tidak akan tahan untuk

menahan dalam mulutnya lama – lama.

“maafkan aku, kita mulai ya!” Kyungjin duduk di tempat sutradara seharusnya “….. Camera and!

Action!”

‘penghargaan berikutnya jatuh kepada nona Lee Soo Ri, sebagai murid terbaik’

Nara benar – benar pusing sekarang. Ia mempautkan kedua alisnya, matanya seperti

mengisyaratkan agar segera di ‘Cut’. Donghae tahu itu! Dia tampak sangat khawatir, tapi yang

lain sepertinya tidak tahu. Nara menerima penghargaan itu dengan hati – hati. Tiba – tiba ia

memuntahkan syrupnya. Donghae benar – benar khawatir sekarang.

Semua orang panik, tapi Kyungjin belum mengcut juga. Dia menunggu sesuatu, hal yang

bermain di luar naskah seperti biasa. Nara hampir saja terjatuh, tapi tubuhnya di tahan seseorang.

Donghae!!! Semua bukannya kembali berakting malah ikut shock. Nara? Dia langsung pingsan.

“Soori-ah! Soori! Kamu kenapa?!” teriak Donghae

Donghae kelewatan panik, Nara benar – benar pingsan.

“Cut! Kenapa dengan Nara?” Kyungjin berlari menghampiri Donghae

“dia pingsan! Bagaimana ini?” tanya Donghae dengan raut wajah paniknya

Kyungjin dan Donghae langsung membawa Nara ke rumah sakit. Awalnya Dokter sempat shock

karena ada artis tampan ke rumah sakit dan melihat seperti darah. Ketika Kyungjin berkata bahwa

itu adalah syrup sebagai property, Dokter segera membawa Nara ke ruang ICU. Sadar – sadar

Nara sudah ada di ruang rawat. Langit ruang rawat putih bersih. Seseorang seperti mengeliat di

ranjang tempatnya berbaring.

Donghae sedang tidur, dengan kepala di kasur dan tangan sebagai bantal. Dia tidur karena terlalu

lama menunggu Nara. Pria itu terbangun perlahan, dia tersenyum pada Nara. Di usap kepala Nara,

dia tersenyum sangat baik.

“Soori, apa masih ada yang sakit?”

Oh, Nara sadar ketika menyadari ada camera di balik jendela. Dia tersenyum lembut kepada

Donghae. Mulailah sesuatu berjalan di otaknya, sebuah ide gila mungkin. Karena Nara sadar jika

saat dia pingsan, Donghae yang menahannya. Nara berkata dengan sangat pelan “badanku sakit

semua”

“aku akan panggilkan dokter”

“tidak” Nara menahan Donghae “kamu di sini saja”

Nara menarik tangan Donghae perlahan, membiarkan pria itu duduk di tepi kasur, tepat di dekat

kepalanya. Nara mengenggam tangan Donghae, membuat Donghae hampir salah tingkah. Kali ini,

Donghae harus mengaku kalau ia menyukai gadis ini!! Donghae terus mengusap kepala Nara.

“Kyuhyun” panggil Nara

Kyungjin di balik camera serasa ada yang aneh pada penglihatannya. Dia seperti melihat ayahnya

Cho Kyu Hyun dan ibunya Lee Soo Ri. Kyungjin yakin, waktu itu walau tidak begini pasti

ayahnya sudah melakukan yang terbaik untuk ibunya. Dia menahan air matanya, berusaha agar

tidak keluar sia – sia. Dia harus mengunjungi makam keduanya.

“aku ingin pulang”

Donghae mengkerutkan keningnya, dia menggeleng bingung sambil berkata “tapi kata dokter

kamu sangat sakit, tidak boleh pulang”

“Kyuhyun, aku ingin pulang”

“oke! CUT!” Kyungjin bertepuk tangan “ini memang menyebalkan! Tapi kalian akan sangat

serasi!!!”

Semua orang disana tertepuk tangan, beberapa orang yang sedang memegang camera dari dahan

pohon ikut bertepuk tangan. punggung tangan Donghae menyentuh kening Nara, dia memajukan

sedikit mulutnya, bagi Nara itu sangat menjijikan.

“kau itu terlalu banyak aktivitas! Sekali – sekali istirahat! Kata dokter, kamu sangat kurus karena

kurang makan dan terlalu banyak pikiran. Apa ada yang menganggu pikiranmu?”

Nara menggeleng pelan.

“ayolah, aku tahu kamu mencari uang untuk sekolah. tapi apa ada hal lain yang menganggu

pikiranmu?”

Nara tidak menjawab. Donghae mulai tidak tahan, ia mendesis kesal. Segera saja ia menggendong

Nara secara bridal, membuat para kru terkejut sekaligus Nara. Kyungjin sampai tersedak kopi

panas yang baru ia ambil dari asisten sutradara. Donghae tidak memperdulikan Nara yang sibuk

memukul punggungnya, atau teriakan dari Kyungjin.

“Donghae! Nanti fansmu melihat!” teriak Nara

Donghae mengambil jaketnya, lalu menutupi wajah Nara dengan jaketnya. Ini memalukan

memang, tapi Donghae segera berlari menuju parkiran dan memasukkan Nara dalam mobilnya.

Satu fakta, Donghae belum lancar MENYETIR!!

Sesampai di suatu tempat, Nara muntah – muntah. Donghae benar – benar merasa pusing.

Keduanya keluar dari mobil. namsan park LAGI?!

“kita akan syuting di sini bukan?” Nara menyipitkan matanya “kenapa kau membawaku ke sini?”

“aku sudah menghubungi sutradara bahwa kita akan ke tempat syuting terlebih dahulu sebelum

mereka. Jadi, nikmati saja waktu sebelum kru datang membawa camera”

Nara diam, dia menunduk sedikit lalu mendongak pada Donghae. Barulah mereka sadar jika baju

Nara masih pakaian rumah sakit. Donghae menahwan tawanya, apa emang Nara terlihat lucu

juga membuat gadis itu menggembungkan pipinya kesal. Dia menginjak kaki Donghae sekeras

mungkin. Karena ia sadar tenaga pria lebih kuat daripada tenaga seorang gadis.

“itu tidak lucu!” teriak Nara ketika Donghae meringis

“pakai saja jaketku, agar baju itu tertutup sampai kru tiba membawa baju untukmu” perintah

Donghae

“oh, aku tidak mau! Jaketmu sangat bau!”

“apa? Kemarin baru di cuci!”

“aku baru….” Nara tersenyum malu – malu “aku baru saja muntah di jaketmmu”

“APA?!” teriak Donghae

Donghae berlari masuk ke dalam mobil, naas sudah jaket kesayangannya. Dia langsung

mengendus dan melirik Nara kesal. Itu adalah jaket Donghae yang di beli ketika ia berada di

china! Apalagi bahannya sangat susah hilang jika sudah bau. Jadilah Donghae membayar jaket

milik seseorang yang kebetulan lewat di depan Nara, ia mengasihani dompetnya.

“ini nyaman” Nara terus membolak – balikkan badannya “jaketmu sangat tidak enak! Cocok

sekali menjadi kantung muntah”

Donghae bersiap akan menyumpah Nara agar segera menjadi sebuah taplak meja atau keset untuk

kakinya. Mereka duduk berdua, di anak tangga menuju gedung namsan. Nara menghela nafas

lega, sudah lama sekali ia tidak menghirup udara segela ini, dia terlalu sibuk dengan sekolah dan

pekerjaan.

“Donghae, aku sepertinya lapar.. apa kamu punya uang?” tanya Nara

“uangku dollar semua” kata Donghae sedih

“oh tidak, bagaimana kita makan kalau uangmu dollar? Kenapa kamu tidak ke money changger

dulu Donghae?”

Jadilah mereka berdua, berusaha membujuk para penjual makanan dengan memodalkan keartisan

mereka. Ada beberapa pedagang ingin berfoto bersama karena dia menyukai drama yang Donghae

dan Nara perankan, ada juga yang meminta tanda tangan, ada pula yang minta di peluk. Parahnya,

ada seorang pria muda meminta Donghae untuk mencium pipinya! Membuat Nara tertawa

seketika.

“lezat bukan?” tanya Donghae

Nara mengangguk, matanya tersenyum. Donghae senang sekali, ia baru pertama kali jalan dengan

seorang gadis. Seumur hidupnya, baru kali ini dia bersama dengan seseorang seperti Nara. Dulu,

ketika zaman Donghae sekolah, dia sama sekali tidak mengenali perempuan satupun. Yang ia

kenal adalah Myunhee, pacar Kyungjin yang sekarang sudah menjadi tunangan.

“donghae” panggil Nara

Donghae terkejut bukan main. Nara mencium pipinya, membuat sang pemilik pipi seperti orang

yang terkena serangan jantung mendadak. Nara tertawa kecil lalu berlari menjauh dari Donghae.

Dia berteriak “aku juga punya pesona bukan?”

Ya! kau mempesona! Sampai menyentuh hatiku, batin Donghae sambil berlari mengejar Nara

Donghae dan Nara duduk bersama di atas rumput hijau yang sangat nyaman. Keduanya lelah

karena tadi berlarian. Punggung Donghae menyender pada Nara. Membuat gadis itu terasa sedikit

mempunyai beban. Hangat sekali rasanya, bagaikan angin yang lewat itu adalah sebuah kabut tipis

yang dingin, melewati keduanya dalam rasa kasmaran yang indah.

“Song Na Ra” Donghae tersenyum tipis. Nara membalasnya “apa Donghae?”

“kalau misalnya, aku menyukaimu bagaimana?”

Nara diam, dia membungkam. Tatapannya kosong. Donghae ikut terdiam, dia tahu hal ini pasti

begitu berat bagi Nara.

“Donghae” Nara menarik nafas sedalam mungkin “aku tidak tahu apa harus menerimanya atau

tidak”

“katakan saja, aku akan menerimanya apapun yang terjadi!”

Nara segera berbalik menghadap Donghae. Wajahnya sangat menghawatirkan sesuatu. Donghae

bukan tipe pria yang tidak sabar, hanya saja ia sangat ingin Nara menjawabnya. Apapun

jawabannya Donghae akan menerimanya. Meskipun terkadang Donghae merasa dirinya sangat

labil.

“heeiii!!” Teriak Kyungjin “kalian sedang apa? Kami sudah datang!”

“ah, sutradara! Bagian selanjutnya di sini bukan?” Nara berlari menghampiri Kyungjin

Kali ini, Donghae merasa sakit hati, dia merasa di gantung begitu saja. Harusnya dia tidak

mengatakan itu jika tidak ingin seperti ini. Donghae tersenyum, seolah tidak terjadi sesuatu.

mereka kembali memulai syuting bagian jalan – jalan di namsan, Mereka berdua sampai di adegan

gembok. Melihat gembok itu, Donghae tersenyum tipis. Dia ingin sekali seperti ini, bahagia

bersama seseorang.

“jangan pernah tinggalkan aku lagi ya”

“aku tidak janji” Nara tersenyum lebar

“please!” kata Donghae memelas

Nara tertawa, seburuk apapun mereka harus professional. Agar episode terakhir mini drama ini

cepat selesai, malamnya mereka langsung ke apartemen. Kyungjin bahkan membawa keponakan

Myunhee agar menjadi anak dalam scenario. Sungguh, sutradara yang sangat peling sekali! Sesuai

dengan naskah, Donghae turun dari tangga, membawa handuk di tangannya, mencari dimana

sosok Nara.

Semua berlalu sampai di…. Donghae memangku Nara. Beberapa kru dan Kyungjin mulai serius

sekarang.

“maaf” Nara mengusap pipi Donghae “aku tidak bisa janji”

“jangan, kamu harus bertahan. Aku tidak mau sendirian disini!”

Nara memejamkan matanya. Seperti sesuai rencana, Nara seperti Soori yang tertidur untuk

selamanya. Donghae menahan tangisannya, andai Nara seperti ini, nara pergi meninggalkannya

untuk selamanya. Sakit sekali hati Donghae. Lebih sakit daripada cubitan keras dengan alat tang.

“maaf, maafkan aku” Donghae memeluk Nara “aku mencintaimu”

“OKE! CUT!!!” Kyungjin membenarkan topinya

Kyungjin berdeham keras, membuat Donghae terkejut sampai Nara terjatuh di lantai. Tidak,

pertengkaran mereka akan hadir kembali! Semua kru bahkan asisten masing – masing segera pergi

sejauh mungkin agar tidak kena sasaran keduanya. Hebatnya, Nara tertawa puas ketika Donghae

harus menggendong seorang anak kecil. Mereka berdua di suruh bermain dengan anak itu selama

3 jam penuh. Bermaksud agar mereka bertiga akrab.

“Nama kakak Lee Dong Hae” Donghae memperkenalkan diri

“aku… Lee Byun Ki” anak itu menunduk hormat

“hai” sapa Nara “saya Song Na Ra”

“ayah dan ibu” Byunki tertawa

Kyungjin melipat kedua tangannya di depan dada, Siwon juga ikut bergaya yang sama.

“mereka benar – benar seperti keluarga” kata Siwon

“itu benar” Kyungjin mengangguk setuju

Ending? Mereka berjalan bertiga. Seperti naskah, Donghae bercanda dengan Byunki dan Nara

di belakangnya seperti arwah yang sedang mengikuti Donghae. Membuat Kyungjin terharu,

dia tersenyum jika dulu ibunya selalu bersamanya. Semua berjalan lancar. Semua orang makan

bersama di restoran. Nara hanya duduk di dekat jendela dan terus memandang langit. Donghae

menghampirinya, lalu ikut memandang langit.

“setelah ini aku akan keluar dari dunia ke artisan”

Donghae menoleh pada Nara. Pernyataan itu membuatnya terkejut bukan main.

“keluar? kenapa?”

Nara memandang minumannya, dia mengaduk minumannya itu. Dia sedikit berujar “aku akan

kuliah”

Donghae mengangguk, dia tersenyum. Nara ingin mencari yang terbaik untuk hidupnya. Kata –

kata Nara tempo hari membuat Donghae sadar dirinya harus menempuh pendidikan lebih baik

lagi. Donghae dan Nara saling tatap, lalu keduanya tertawa. Bagaikan ada aura bersih di antara

mereka, Kyungjin tahu itu. Dia serasa seperti seorang biro jodoh sekarang.

“aku pasti akan merindukan omelanmu”

Seorang gadis sedang merasa senang sekarang, dunia barunya telah dimulai. Sebagai seorang artis

yang tiba – tiba mendapat uang banyak berkat mini drama itu merasa hatinya sangat lega. Dia

bernekat mmembersihkan rumahnya yang buruk seperti pasar. Sembari menyalakan tv dan beralih

asal ke channel, dia mengelap gelas – gelas.

“wah, aktor Lee Dong hae, anda semakin tampan saja”

Gadis itu Song Na Ra, menoleh pada channel di tv. Donghae menunduk hormat pada camera,

lalu duduk di sebelah mc. Nara menaruh gelas – gelasnya, dia berjalan duduk di sofa. Ada juga

seseorang yang ia rindukan, seseorang yang selalu ia marahi. Donghae, sangat tampan sekali.

“anda sudah banyak bermain film dan drama, tapi kenapa sampai sekarang anda tidak punya

pacar?” tanya mc

Donghae tertawa kecil dia berkata “aku sudah punya pacar”

Nara tahu dia bodoh, harusnya dia tidak menolak Donghae. Yang ada di kepalanya adalah

Donghae mungkin sudah mempunyai seseorang yang lebih baik dari Nara. Gadis itu sudah pasrah,

dia tidak mungkin bisa mengharapkan actor besar itu agar menyukainya lagi.

“Song Na Ra” Donghae menatap camera “aku mencintaimu”

Nara mengangguk aneh, lalu dia sadar siapa yang Donghae panggil. Dirinya? Dia di panggil oleh

Donghae? Ini memalukan! Ini bahkan lebih sekedar memalukan!

“siapa tadi? Song Na Ra? Bukannya dia sudah keluar dari dunia acting sebulan yang lalu?” tanya

mc

“memang” Donghae mengangguk “tapi dialah cinta pertamaku”

Nara menutup mulut dengan kedua tangannya. Ini bukan mengagetkan lagi karena ponselnya

berdering sangat keras. Beberapa temannya menelfonnya. Ini terlalu buruk. Yoon Dong Na yang

berada di kamar Nara sebagai suka relawan pembersih langsung berlari keluar kamar. Oh, Nara

hampir lupa dengan temannya yang satu ini.

“dia.. sungguh menyukaimu?” Dongna mengerjapkan matanya beberapa kali

Ponsel Nara berdering, dia takut mengangkat ponselnya sendiri. Dongna segera mengangkat

ponsel sahabatnya itu. Dongna melirik Nara. Nara membalas tatapannya, dia menghela nafas

berat. Bel pintu berbunyi. Seseorang ada di depan rumah sekarang. Dongna mematikan ponsel

Nara, dia mengisyaratkan agar Nara membuka pintu. tapi, Nara menggeleng tidak mau.

Dongna berjalan ke depan pintu. Nara mematikan tv dan diam saja di sofa. Ini bencana untuknya.

“Nara!” panggil Dongna girang “ada seseorang datang”

Nara menoleh, sebuah bunga berada di depannya sekarang. Tidak salah lagi, itu Donghae! Dia

tersenyum lebar. Dongna segera mengambil tasnya dan berlari pulang.

“apa kabar?” tanya Donghae

“baik”

“apa aku terlalu cepat?”

“tidak” Nara mengambil bunga dari Donghae “terima kasih”

“kau sudah menonton acaranya?” tanya Donghae lagi

“ya, untuk apa kamu bilang begitu? Itu memalukan!”

Donghae tersenyum pada Nara. Dia langsung memeluk Nara dengan lembut, membuat shock

Nara.

“agar semua tahu jika Song Na Ra adalah milik Lee Dong Hae dan tidak ada yang boleh

menyakitinya siapapun itu”

– Drama yang di perankan Donghae : seorang gadis menikah dengan seorang pria secara

terpaksa oleh perjodohan orang tuanya. Sang pria (Kyuhyun) selalu tidak peduli pada istrinya.

Setelah ia ketahui bahwa istrinya itu mempunyai sebuah penyakit keras, dia berjanji akan

menjaga istrinya apapun yang terjadi. Setelah istrinya meninggal, Sang pria itu mengadopsi

seorang anak, dia tetap menjaga hatinya untuk istrinya yang sudah mau sabar menangani

suaminya itu. Nama anaknya adalah Cho Kyung Jin…-

_The End _

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s